Buku: Survey of Iistructional Development Models, by Kent L. Gustafson & Robert Maribe Branch

51gOxGqijbL._SL500_SL160_Tujuan penulisan buku ini adalah untuk mengklasifikasikan model-model, dan membahas tren terbaru dalam pengembangan instruksional. Dalam menyiapkan penulisan buku ini para penulis merasa kesulitan memilih model yang akan di bahas, namun criteria yang diambil untuk memilih beberapa model meliputi: makna sejarah dari model, struktur yang unik atau perspektif, atau kutipan yang ada dalam literatur. Model yang mewakili dalam buku ini hanya sebagian kecil dari model yang sudah ada dan sangat banyak jumlahnya. Penulis berfokus pada proses ID secara keseluruhan, yang mencakup unsur-unsur analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Akibatnya, banyak model yang sangat baik tidak termasuk dalam survei ini. Namun, ID yang dipilih diyakini secara umum dapat mewakili literatur dan di antaranya mengandung semua konsep utama yang ditemukan pada model lain.

survey1Gustafon dan Branch  mengkategorikan model Desain Instruksional didasarkan pada sejumlah asumsi penciptanya tentang pengaturan yang diterapkan dan bagaimana proses itu terjadi. Dari sekian banyak model Desain Instruksional yang telah diciptakan, Gustafon dan Branch membaginya kedalam tiga kategori terkait dengan penggunaannya, yakni: 1). Classroom-Model Oriented, 2) Product-Oriented Models, 3) System-Oriented Models. Sebuah matriks, terkait tiga kategori dengan sembilan karakteristik diperlihatkan pada gambar di atas. Komentar-komentar di setiap sel dari matriks menunjukkan bagaimana karakteristik penggunaan terhadap kategori masing-masing model.

  1. 1.    Model Classroom-Oriented

Model Desain Instruksional yang berorientasi pada kelas sangat cocok bagi guru profesional yang memerlukan beberapa bentuk variasi pembelajaran. Model desain kategori ini dapat digunakan pada semua jenjang sekolah termasuk perguruan tinggi. Bahkan beberapa program pelatihan dalam bisnis dan industri juga menganggap bahwa kategori model orientasi kelas cocok digunakan.

Ada berbagai macam pengaturan kelas untuk dipertimbangkan ketika memilih model ID yang tepat untuk digunakan. Guru perlu menganalisis pemilihan konten yang sesuai, merencanakan strategi instruksional, mengidentifikasi media yang tepat, memberikan instruksi, dan mengevaluasi peserta didik, sifat berkelanjutan pembelajaran dalam kelas, sering disertai dengan beban mengajar yang berat, dan menyisihkan waktu untuk pengembangan bahan ajar secara komprehensif. Oleh karena itu guru biasanya perlu mengidentifikasi dan beradaptasi dengan sumber daya yang sudah ada dan tersedia, untuk memilih model desain instruksional yang cocok diterapkan dalam kelas, Guru perlu mengidentifikasi karakteristik model yang akan digunakan untuk dipertimbangkan dan disesuaikan dengan karakteristik kelas secara keseluruhan. Ada empat model desain yang sering dan cocok digunakan di lingkungan kelas yaitu : Model Gerlach dan Ely (1980); Model ASSURE (Heinich, Molenda, Russell dan Smaldino;1999); Model Newby, Stepich, Lehman dan Russell (2000), dan Model Morrison , Ross dan Kemp (2001).

  1. 2.    Model Product-Oriented

Model pengembangan produk, biasanya disesuaikan dengan jumlah produk yang akan dikembangkan,  akan beberapa jam, atau mungkin beberapa hari, dalam durasi. Jumlah analisis front-end untuk model berorientasi produk juga bervariasi. Pengguna mungkin tidak memiliki kontak dengan para pengembang kecuali selama pengujian model. Namun, dalam beberapa model prototyping cepat, interaksi awal dan berkesinambungan dengan pengguna dan / atau klien merupakan ciri utama dari proses kategori model ini.

Model pengembangan produk dicirikan oleh empat asumsi utama: (1) Produk instruksional yang dibutuhkan, (2) Apa yang perlu diproduksi dan bukan dipilih atau dimodifikasi dari bahan yang ada, (3) Adanya penekanan pada ujicoba dan revisi, dan (4) Digunakan oleh peserta didik dengan fasilitator. Asumsi kebutuhan seharusnya tidak perlu dianggap sebagai keterbatasan model ini. Dalam beberapa pengaturan, analisis front-end sudah dilakukan dan kebutuhan sudah ditentukan untuk berbagai produk secara efisien dan efektif. Selain itu, dalam beberapa situasi, kebutuhan tersebut sudah sangat jelas tidak perlu ada analisis kebutuhan , tetapi penitng unutk merancang apa yang perlu dilakukan.

Kategori model yang berorientasi produk seringkali mengandung unsur-unsur yang dapat digolongkan sebagai model sistem, Menurut Gustafson dan Branch kategori model ini terutama berfokus pada menciptakan produk instruksional daripada sistem instruksi yang lebih komprehensif. Ada lima kategori model yang ditawarkan yakni: 1) Model Bergman dan Moore (1990), 2) Model de Hoog. dc Jong dan de Vries (1994), 3) Model Bates (1995), 4) Model Nicveen (1997), dan 5) Model Seels dan Glasgow (1998).

  1. 3.    Model Systems-Oriented

Kategori model orientasi system adalah model yang ditujukan untuk pengembangan pembelajaran yang berskala besar/luas, kategori model ini biasanya dimulai dengan tahap pengumpulan data untuk menentukan kelayakan dan keinginan mengembangkan solusi instruksional. Banyak model berorientasi system mengharuskan masalah ditentukan dalam format yang diberikan sebelum melanjutkan perencanaan pembelajaran.

Thomas Gilbert (1978) dan Mager dan Pipe (1984) mengemukakan bahwa front-end analyze sangat relevan dengan kategori model ini. Mereka mengambil posisi bahwa, meskipun masalah mungkin memiliki solusi instruksional, yang pertama harus mempertimbangkan kurangnya motivasi dan faktor lingkungan sebagai domain alternatif untuk tindakan. Model system, sebagai sebuah kelas, berbeda dari model pengembangan produk dalam jumlah penekanan pada analisis tujuan organisasi sebelum menentukan untuk pembangunan. Model system juga biasanya menganggap lingkup yang lebih besar daripada model-model usaha pengembangan produk. Enam model yang termasuk dalam konteks system adalah sebagai berikut: 1) IPPSI (Interservice Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional Branson, 1975); 2) Model Gentry (1994), 3) Model Dorsey, Goodrum dan Schwen (1997); 4) Model Diamond (1989) , Model Smith dan Ragan (1999) dan Model Dick, Carey dan Carey (2001).

2. Konsep Penting dari Buku Survey Instructional Development Models.

Konsep menarik dari buku ini adalah penulis berusaha untuk memetakan sekian banyak model instruksional yang telah diciptakan berdasarkan tiga kategori yakni, model yang berorientasi ruang kelas, model yang berorientasi pada produk, dan model yang berorientasi pada system. Dalam memilih mana model yang tepat yang akan digunakan dalam situasi kerja yang bersangkutan, dibutuhkan analisis yang menunjukkan kesesuaian kategori model yang ada di atas.

Jika penggunaannya hanya untuk dilingkungan kelas yang kecil dan terbatas, sangat cocok digunakan kategori yang berorientasi pada ruang kelas. Guru perlu menganalisis pemilihan konten yang sesuai, merencanakan strategi instruksional, mengidentifikasi media yang tepat, memberikan instruksi, dan mengevaluasi peserta didik, sifat berkelanjutan pembelajaran dalam kelas, sering disertai dengan beban mengajar yang berat, dan menyisihkan waktu untuk pengembangan bahan ajar secara komprehensif. Oleh karena itu guru biasanya perlu mengidentifikasi dan beradaptasi dengan sumber daya yang suda ada dan tersedia, untuk memilih model desain instruksional yang cocok diterapkan dalam kelas.

Jika instruksional itu menuntut adanya produk yang dihasilkan/target utama dari instruksional untuk menghasilkan produk maka kategori yang diugunakan cocok dengan model product-oriented. Model pengembangan produk dicirikan oleh empat asumsi utama: (1) Produk instruksional yang dibutuhkan, (2) Apa yang perlu diproduksi dan bukan dipilih atau dimodifikasi dari bahan yang ada, (3) Adanya penekanan pada ujicoba dan revisi, dan (4) Digunakan oleh peserta didik dengan fasilitator.

Apabila kondisi penggunaannya berskala besar, maka sangat cocok digunakan kategori model yang berorientasi pada system. , kategori model ini biasanya dimulai dengan tahap pengumpulan data untuk menentukan kelayakan dan keinginan mengembangkan solusi instruksional. Model berorientasi system mengharuskan menganalisis tujuan pembelajaran sebelum melanjutkan perencanaan pembelajaran sampai [pada tahap implementasi atau evaluasi.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Buku: Survey of Iistructional Development Models, by Kent L. Gustafson & Robert Maribe Branch

  1. pak jojo berkata:

    Trimakasih informasinya.. saya pernah baca artikel yang pubilkasikan “PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIK BERBASIS KOMPETENSI BERORIENTASI PRODUKSI
    R. Mursid FT Universitas Negeri Medan, membagi atas 4 kategori, kelas, produk, sistem dan organisasi. semntara saya baca buku Survey of Iistructional Development Models cuman 3 bagaimana pandangan berbagi ilmu. trims

    • zulrahmattogala berkata:

      Assalam, Terima kasih atas kunjungan Anda.

      Saya sudah membaca Tulisan Prof. Mursid dari FT Unimed. Beliau mengutip buku Gustafson terbitan tahun 2003, pada halaman 112. yang membagi 4 kategori seperti yg anda sebutkan. Namun ketika saya melihat daftar pustakanya, buku yang di maksud tidak ada dalam daftar pustaka. Yang ada hanyalah Buku Gustafson terbitan tahun 2002, dan isinya seperti yang ada dalam Blog saya. Perlu di ketahui bahwa buku Gustafson terbitan tahun 2002 halamannya tidak lebih dari 71 halaman. Jadi Pendapat saya adalah, buku yg di kutip Prof. Mursid kemungkinan edisi terbaru dari Buku Gustafson tahun 2002.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s